Pajak Penghasilan (Pph), Subjek Pajak dan Objek Pajak

Pajak penghasilan

Pajak penghasilan atau pph merupakan jenis pajak subjektif yang kewajiban pajaknya melekat pada subjek pajak yang bersangkutan, yang kewajibannya tidak bisa dialihkan kepada subjek pajak lain. Pajak penghasilan dikenakan kepada subjek pajak dari penghasilan yang diterima dalam tahun pajak.

Subjek pajak yang menerima atau memperoleh penghasilan disebut sebagai wajib pajak. Dan wajib pajak dikenai pajak atas penghasilan yang diterima selama satu tahun pajak, tahun pajak dapat berupa tahun kalender atau dapat menggunakan tahun buku yang tidak sama dengan tahun kalender selama tahun buku tersebut meliputi jangka waktu 12 (dua belas) bulan.

Untuk Anda Orang Pribadi atau Badan Usaha yang sudah memiliki penghasilan tetap, wajib mendaftarkan diri ke kantor pajak untuk mendapatkan NPWP dan membayar pajak penghasilan setiap bulannya.

Subjek Pajak

Subjek pajak orang pribadi adalah orang pribadi  yang bertempat tinggal atau berada di Indonesia ataupun berada diluar negeri

Subjek pajak Badan adalah sekumpulan orang atau modal yang merupakan kesatuan, baik yang melakukan usaha ataupun tidak melakukan usaha yang meliputi perseroan tetap

Subjek pajak Badan Usaha tetap adalah bentuk usaha yang dipergunakan oleh orang pribadi yang tidak bertempat tinggal di Indonesia dan badan yang tidak didirikan dan tidak bertempat tinggal di Indonesia untuk menjalankan usahanya atau melakukan usahanya. (tempat kedudukan manajemen, Gedung Kantor).

Subjek Pajak dalam Negeri dan Subjek Pajak Luar Negeri

Subjek pajak dalam negeri menjadi Wajib Pajak apabila telah menerima atau memperoleh yang besarnya melebihi penghasilan tidak kena pajak.

Subjek pajak badan dalam negeri menjadi Wajib Pajak saat mendirikan usahanya, atau betempat kedudukan di Indonesia.

Subjek pajak luar negeri adalah orang pribadi yang tidak bertempat tinggal di Indonesia tidak lebih dai183 hari dalam jangka waktu 12 bulan, dan badan yang tidak didirikan dan tidak bertempat kedudukan di Indonesia yang menerima atau memperoleh penghasilan melalui Badan Usaha tetap di Indonesia.

Objek Pajak

Objek pajak meliputi penghasilan, yaitu setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak, baik yang berasal dari Indonesia maupun diluar negeri yang dapat dipakai untuk konsumsi atau untuk menambah kekayaan wajib pajak yang bersangkutan. Dilihat dari mengalirnya tambahan kemampuan ekonomis kepada Wajib Pajak penghasilan dapat di kelompokan menjadi :

  • Pajak penghasilan dari pekerjaan dalam hubungan kerja dan pekerjaan bebas, seperti gaji honorium dari praktek Dokter, Notaris dll.
  • Penghasilan dari usaha dan kegiatan.
  • Penghasilan dari Modal yang berupa harga bergerak, seperti bunga, deviden.
  • Penghasilan lain-lain.

Untuk memudahkan pencatatan pengeluaran pajak, baik pajak penghasilan (pph), pajak pertambahan nilai (ppn) setiap badan usaha dapat menggunakan Software Akuntansi ACCURATE yang secara otomatis menghasilkan Laporan keuangan perusahaan.